Resep Biasa

Resep 2 : Kenapa Dokter ?

Dokter.jpg

“Mau daftar kemana lix ?”

Ini adalah salah satu pertanyaan yang sering banget ditanyakan sama temen-temen waktu dulu kelas 12 SMA… ( pertanyaan tersering lainya adalah “kapan utangnya dibayar ?” )…. dan secara konsisten aku selalu menjawab dengan tegasnya bahwa aku masih belum punya istri #APA HUBUNGANYA !!.

Yang menjadi permasalahan adalah, ketika menginjak kelas 12 SMA aku masih belum tahu mau kuliah dimana.. .. rata-rata teman teman ku sudah punya pilihan saat itu.. ada yang mau daftar teknik, daftar kedokteran, daftar Gojek bahkan daftar sekte penyembah ikan tongkol.. sedangkan aku.. masih bingung mau kemana…

Hingga pada suatu hari, ayahku bilang “coba daftar kedokteran aja”

“kenapa pah ?” tanyaku”

“jadi dokter kan enak, 3P, pasti masa depanya, pasti di hormati, pasti pinter” jawab ayahku

“bisa jadi sih pah, kakak kelasku yang kedokteran memang pinter-pinter, dan juga dihormati sm guru-guru, apalagi kata orang memang terjamin sih masa depanya… yaudah aku coba deh daftar jurusan manajemen bisnis” Jawabku

“…” kemudian ayahku beli kopi sama sianida

Dari percakapan itulah aku mulai berpikir untuk masuk di FK, apalagi segenap keluargaku juga terlihat sangat mendukung aku buat daftar Fakultas Kesendirian kedokteran.

Pandangan orang-orang disekitarku sangat positif, ketika aku bilang bahwa aku mau daftar di FK, Fakultas Kesepian Kedokteran… banyak orang yang bilang gini…

“wah pinter ya pasti”

“wah calon orang sukses nih”

“kalau aku sakit besok gratis ya??”

“Wah mantu idaman”

“wah coba periksa degup ginjalku dong”

“wah coba periksa termometer dong”

Dan lebih banyak lagi frasa-frasa aneh yang ditujukan kepadaku..

Yang jelas, saat itu aku jadi semakin yakin untuk daftar FK … dan yang ada dipikiranku ketika itu adalah.. kalau aku kuliah di FK pasti mapan, pasti pinter, pasti dihormati, dan pasti bisa mengentaskan aku dari masa jomblo yang panjang ini… cukup dengan 4 motivasi itu.. aku pun berjuang untuk daftar FK, hingga akhirnya aku diterima di FK UII Jogjakarta.. aku senang sekali saat itu… baru pertama ini aku nembak diterima … #APASIH!!

Dan akhirnya aku pun kuliah kedokteran… hari pertama aku masuk… semuanya beda banget sm yang aku pikirkan… isinya perempuan semua… ga ada cowok sama sekali… akhirnya aku lihat sekeliling… eh ternyata kamar mandi perempuan..

Hari-hari kuliah ku jalani, dan dari hari demi hari aku menyadari sesuatu yang baru dari dunia kedokteran.. bahwa banyak hal yang aku pikirkan tentang dunia kedokteran sama sekali berbeda dengan kenyataanya.. cerita tentang kemapanan… kehormatan… kepintaran… ketombenan…dari seorang dokter ternyata berbeda dari apa yang ada di kenyataanya…

Aku menyadari bahwa bagaimana mungkin seorang dokter bisa mapan ? dokter saja kadang harus mengobati pasien yang tidak mempunyai uang, bagaimana bisa kami tega mengharap kemapanan dari pasien itu ? bagaimana bisa kita di hormati, kenyataanya justru sering kita dianggap sebagai robot yang tidak boleh melakukan kesalahan padahal kami manusia… bagaimana kita bisa dianggap pintar, kalau tidak minum tolak udara… bagaimana kita bisa mengalahkan raja zorgom kalau kita tidak bersama.. ciee… #APAANSIH!!

Salah satu hal yang harus kalian tahu adalah.. ternyata untuk mapan sebagai seorang dokter saat ini semakin susah… kalau kalian melihat profesi dokter sebagai profesi yang bergelimang dengan harta.. kalian salah… dokter bukan tempat yang cocok untuk menjadi kaya… kalau mau kaya.. sana bikin videoklip naik kuda kaya awarfarin… dokter adalah profesi dimana kalian memiliki customer yang sedang mengalami kesialan ( penyakit )… dan kalian hadir untuk menghilangkan kesialan itu… bukan untuk menambah kesialan dengan beban harga berobat yang mahal.. dokter adalah profesi sosial yang banyak pahanya .. eh maksudnya pahalanya -_-… tapi hal ini bukan berarti kalian tidak bisa mapan dengan menjadi dokter.. ada banyak cara mapan menjadi seorang dokter kok.. salah satu caranya yaitu dengan memiliki profesi sampingan.. ya misalnya contoh saja dokter Tompi yang selain jadi dokter dia juga jadi penyanyi.. atau dokter Gideon yang selain jadi dokter dia juga pemilik apotik K-24.. atau contoh saja aku yang selain jadi calon dokter, ak juga merupakan pemilik akun penjualtinggibadan213 di Instagram

Dr Gideon.jpg

Dokter juga tidak selalu pintar… dan orang pintar juga tidak selalu menjadi dokter…  jadi aneh banget.. kalau ada manusia yang menyombongkan diri bilang dia pintar hanya karena dia merupakan anak kedokteran.. apalagi yang belum jadi dokter.. sering tuh yang belum jadi dokter sok-sokan .. nolongin orang kecelakaan tapi malah kaya gini..

Suatu Hari ada kecelakaan

A : Wah ada apa ini mas ?

B : Kecelakaan ini mas motor sama motor

A : dimana ? saya mahasiswa kedokteran mas yuk kesana dulu mas

B : okey mas

Akhirnya si A sama B ini ketempat kejadian

A : wah ini ya korbanya, permisi.. permisi.. saya calon dokter

A : ini tidak ada luka serius… tidak ada pendarahan… tidak ada tanda shock… tidak ada frakture.. tanda vital nampak normal… namun pada bagian wajah tampak rusak dan perlu pembedahan ( biar kelihatan expert ) Astagfirullah.. ayo mas segera dibawa rumah sakit.. rusak ini wajahnya

A : loh kok diem aja.. ayo dibawa kerumah sakit

C : mas.. mas.. ini wajah saya mas…

Akhirnya si A pun digebukin sama si C karena kasus kekerasan rumah tangga andika kangen band

Tapi serius.. anak kedokteran itu tidak lebih pintar dari anak jurusan lain.. kami hanya lebih pintar di bidang kedokteran udah itu saja.. selebihnya kami tidak lebih pintar atau lebih bodoh…kita semua sama.. kepintaran gak selalu di nilai dari kemampuan kognitif aja ya… kepintaran juga dilihat dari kemampuan kontrol emosinya… kedewasaanya… sosial nya dan terutama kemampuanya untuk menahan diri lihat orang pacaran #APASIH!! kita semua pintar di bidang kita sendiri… anak teknik pintar di bidang teknik.. anak hukum pinter di bidang hukum.. anak kedokteran pintar di bidang kesehatan… anak kita.. mau 1 apa 2 ? #EAA!!

ada juga pandangan masyarakat bahwa dokter itu selalu terhormat.. bisa iya bisa enggak sih.. tapi pada dasarnya semua pekerjaan yang Halal dan dilakukan dengan jujur itu terhormat.. menurut saya, kehormatan suatu profesi itu tidak dinilai dari seberapa banyak uang yang dihasilkan… tapi dari seberapa banyak orang yang termantu.. eh ..terbantu oleh profesi kita.. jadi jangan menganggap sebuah profesi lebih tidak terhormat dibandingkan profesi lainya hanya karena  profesi tersebut tidak menghasilkan banyak uang..

sebagai contoh.. pemulung biasa dianggap tidak terhormat hanya karena ia mencari nafkah dari sampah dan tidak menghasilkan uang yang banyak… padahal pemulung justru lebih terhormat dibandingkan para pejabat korup yang menjadi sampah demi uang yang banyak.. begitu juga dengan semua pekerjaan lainya..

Kids.jpg

Salah satu alasan dokter dianggap terhormat bagiku adalah.. karena dokter merupakan salah satu perantara Allah untuk menyembuhkan manusia.. dengan menjadi dokter dan ijin Allah.. kita bisa membebaskan orang orang dari penyakit yang menyiksanya.. termasuk sakit.. .. lutut.. ( kalian pasti mikirnya aku bakalan nulis “hati” kan ?… dasar jomblo mengharukan )

Adalagi satu hal yang merupakan pandangan masyarakat terhadap dokter yang sering beredar di masyarakat.. yaitu.. dokter merupakan mantu idaman….

DUSTA!!!

BENAR BENAR DUSTA!!!

DUSTA PARIWISATA!!!

Maaf sedikit emosional…

Anggapan orang-orang bahwa dokter adalah seorang mantu idaman itu sangat lah benar … tp entah kenapa Cuma aku yang ga dapet fitur ini -__- seakan-akan aku user free trial.. tapi memang… ketika kalian kuliah di kedokteran.. secara otomatis tubuh kalian akan mengandung unsur pelet.. serius..

Kebanyakan temenku itu mudah banget buat dapet pacar… ada satu temenku yang behh.. dikerubungi cewek… mulai dari cewek cantik, pinter, brewokan, sampai yang badanya kaya agung herkules.. semuanya deketin temenku cowok ini..  setelah aku telusuri.. ternyata temenku jual jilbab #krik.. tapi serius.. memang embel-embel anak kedokteran itu memudahkan kamu untuk berkembang biak.. dan juga memang faktanya temen-temenku yang cowok banyak yang playboy.. dan gonta-ganti pacar.. kalau aku playstore aja T_T..

Tapi kebanyakan teman-temanku yang berpacaran.. dan sibuk cari pacar.. adalah orang orang yang doesn’t perform good in college.. kebanyakan teman-temanku yang sibuk berpacaran.. tidak mampu berprestasi maksimal.. tetep ada sih yang berprestasi.. tapi aku yakin mereka akan lebih berprestasi kalau gak pacaran.. ini simply karena mereka sering menghabiskan waktunya buat pacaran ketimbang belajar dan berkembang.. nah tapi ada juga nih kaya aku.. ga punya pacar.. dan ga bagus kuliahnya.. ini adalah tipe Jomblo struggling.

dan pada dasarnya kita itu mantu idaman bro.. bukan pacar idaman.. jadi harusnya nikah dong bukan pacaran..

marriage.jpg

Kesimpulanya.. dulu aku ingin menjadi dokter dikarenakan hal-hal tadi.. kekayaan, kehormatan, dan mantu idaman.. tapi aku sadar bahwa dokter lebih dari itu.. dan sekarang aku ingin jadi dokter biar bisa suntik mati mantan.. bisa bermanfaat.

مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا

“Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya”

-Al Ma’idah 32-

Dokter adalah salah satu profesi yang mengimplementasikan ayat itu dengan sangat-sangat baik… sayang rasanya kalau bercita-cita sebagai dokter hanya karena kemapanan, kehormatan, dan pengen bikin mantan menyesal.. menjadi dokter itu adalah pekerjaan Amal.. dimana kalian bisa mendapat banyak kebaikan hanya melalui satu kebaikan yang kecil..

Jadi kalau ditanya kenapa aku ingin menjadi dokter … aku akan menjawab.. agar bisa menjadi Rahmatan lil a’lamin.. “Rahmat bagi semua alam”

 

like dan follow yaa hoho.. see you next time

 

“Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya”

-HR Bukhari-

Bismillah

Satu tanggapan untuk “Resep 2 : Kenapa Dokter ?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s