Resep Biasa

Resep 3 : Move On (?)

Salah satu ciri khas mahasiswa baru adalah ngekos, mahasiswa akan kehilangan ke”maha”an atas kesiswaanya ketika dia tidak ngekos

-Aris Baswedang-

Ketika aku dan mamaku melihat pengumuman bahwa aku diterima di sisinya..di FK maksudnya.. hal kedua yang mamaku lakukan setelah bersyukur adalah bilang “yuk cari kos”.. kenapa kos ?  padahal aku berharap banget mamaku bilang “yuk cari istri buat kamu”..

Dan ketika aku tanya, “mah kenapa buru-buru amat sih ?”, mamaku langsung jawab “ini lagi kebelet pipis” gubrak.. “maksudku kenapa cari kosnya buru –buru amat mah”..mamaku jawab “kalau udah penuh semua kos kosanya, kamu mau gitu tidur di emperan kandang mencit ?” akhirnya akupun ngikut aja, lagian mamaku adalah seorang pencari yang ulung, pernah suatu hari kami serumah heboh, karena kami tidak dapat menemukan gunting kuku di rumah kami.. bahkan metal detector saja kewalahan.. dan akhirnya mamaku dengan santainya setelah pulang arisan, nyari 5 menit.. langsung ketemu dan bilang “lah ini apa kalau bukan gunting kuku ?” dan hal itu merupakan suatu hal yang menurut kami, tidak mungkin dilakukan oleh manusia biasa yang hanya memiliki 23 pasang kromosom.. jadi aku, kakaku, dan papahku percaya bahwa mamaku adalah manusia yang datang dari masa depan.. #jreng dan akhirnya pun mamaku bisa menemukan tempat kos yang sangat sesuai.. terimakasih pak jokowi..

Tapi intinya.. kos-kosan ternyata memang amat penting.. kos menjadikan kamu “maha” atas kesiswaanmu, kos adalah tempat kamu untuk berlindung, beribadah, mandi, belajar, menyimpan barang curian, dan lain lain..  kos merupakan salah satu dari tiga kebutuhan utama manusia, sandang, pangan, dan mantan.. papan…  kos juga merupakan tempat dimana kamu akan belajar arti kemandirian dan pentingnya move on.

Move on secara harfiah berarti hijrah, atau berpindah dari satu tempat ke tempat lainya.. tapi.. kebanyakan dari kita sering mengkaitkan move on itu hanya dengan proses melupakan mantan yang telah putus dengan alasan fokus ujian.. padahal arti move on bukan terbatas pada hal itu saja, move on juga bisa berarti proses berpindah dari suatu kondisi ke kondisi lainya seperti contohnya ngekos.

Ketika kita ngekos, kita harus move on, ngekos memaksa kita untuk hidup di lingkungan dan suasana yang berbeda dari apa yang dulu biasanya kita rasakan. Misalnya yang dulunya sering diingetin makan sama orang tua kita.. sekarang waktu ngekos.. harus mensugesti diri sendiri buat makan. Atau suasana rumah yang rame karena punya adek atau kakak yang selalu gangguin, orang tua yang selalu ngomelin, atau tukang bakso yang biasanya cuma kita misscall manggil doang tapi ga beli.. dan itu tiba-tiba hilang ketika kita ngekos.. ketika ngekos, semuanya berubah.. harus cuci baju sendiri, cari makan sendiri, beres-beres sendiri, kalau ada masalah harus diselesein sendiri.. sehingga wajar jika di semester ke-5 fokus mahasiswa mulai berubah dari mencari bahan kuliah menjadi mencari festival nikah gratis.

Suasana yang baru inilah yang membuat seorang mahasiswa bisa menangis sedih karena rindu dengan keluarganya, kampung halamanya atau tukang bakso yang ia tinggalkan demi proses perantauan panjang ini. Tapi suasana ini pula yang membuat mahasiswa belajar tentang proses pendewasaan.

Buat kamu calon kosers, Awal-awal ngekos adalah masa-masa terberat bagi seorang mahasiswa, karena pada saat ini biasanya kita masih sering baper dan belum terbiasa sama kondisi kosnya. 1-2 bulan awal ngekos biasanya kita sering flashback kondisi dirumah, telpon orang tua tiap hari..  dan sering ngedumel “ah ini gimana sih kos kok gerah banget, gak kayak dirumah, gak ada kasurnya, gak ada meja belajarnya, sepi banget pula.. gimana sih ini kos nya” dan ternyata kos-kosanya belum dibangun.. #krik-krik.

Kemudian lanjut ke bulan-bulan berikutnya, biasanya kita sudah mulai terbiasa nih.. udah mulai paham bagaimana kondisi kos kita.. udah mulai melakukan sesuatu agar kos kita menjadi senyaman rumah.. mulai ditempeli poster, di isi furnitur atau bahkan di kasih sesajen.. pokoknya sudah mulai terbiasa dengan keadaan baru ini.. hingga akhirnya kita berada di tahap move-on.. dimana pada saat itu kalian sudah tidak lagi mempermasalahkan hal-hal dan suasana yang tidak ada di kos kalian, dan sudah mulai menciptakan suasana sendiri agar kalian lebih nyaman.. di tahap dimana kalian sudah bisa menerima keadaan dan move on.

Move on itu sangat penting.. tanpa move on kita tidak akan berkembang bro.. bayangkan kalau kamu gak bisa move on ke kos-kosan mu.. mungkin tiap hari kamu bakalan stress mikirin rumah, pulang tiap minggu habisin duit, nangis ketika harus ninggalin rumah, dan at the end belajarmu jadi gak maksimal, akhirnya kuliah gak lulus-lulus, karena gak lulus-lulus akhirnya gak kerja, dan karena gak kerja akhirnya kamu berbuat kejahatan untuk dapet uang, karena kamu butuh banyak uang akhirnya kamu menjadi gembong jual beli online palsu, karena kamu belum puas akhirnya kamu membentuk organisasi penyembah oppa gong yoo. Jadi kesimpulanya, kalau kamu g move-on kamu bakal jadi K-Popers. Move on adalah sebuah proses yang diperlukan untuk berkembang.. kalian harus tau bahwa hidup adalah sebuah perjalanan.. dan yang namanya perjalanan itu pasti akan berpindah.. kalau kalian mau hidup ya kalian harus berjalan.. dan kalau kalian berjalan itu artinya kalian harus berpindah..berarti kalian gak akan hidup kalau kalian gak MOVE ON !!!

Ada satu pepatah dari seorang handai taulan.. intinya begini “ketika satu pintu tertutup untuk kalian, itu berarti kalian datangnya kepagian… #krikkrik.” Bukan itu ya.. yang bener yang ini “ketika satu pintu tertutup untuk kalian maka ada pintu lain yang terbuka untuk kalian”.. move on itu dibutuhkan agar kalian tidak berdiam di pintu yang tertutup untuk kalian dan berpindah ke pintu lain yang sudah terbuka untuk kalian.. dan move on juga dibutuhkan agar kalian tidak menghabiskan waktu kalian melakukan sesuatu yang tidak berharga bagi kalian.

Kunci move on itu Cuma satu kok.. yaitu ikhlas.. kalau katanya mas sheila on seven sih.. kamu harus bisa untuk berlapang dada.. sebagai contohnya di hari pertama ketika kamu ditinggal sama orang tua kamu sendirian di kos barumu.. ya kamu harus ikhlas.. kamu harus menerima dan bisa berkata kayak gini “oh oke.. aku sudah ditinggal oleh orang tua ku disini, aku harus bisa menerima kondisi kos ini meski beda dengan kondisi rumahku, aku juga harus terbiasa dengan kondisi kos perempuan ini meskipun aku cowok…” memang gampang di mulut susah di hati.. tapi memang itu yang harus kalian lakukan untuk move on.. kalian harus let it go.. gimana bisa kalian memakai baju baru tanpa melepaskan baju lama kalian ?

Untuk memakai baju yang baru, maka baju yang lama harus dilepaskan.. move on itu kayak gitu gaes.. meskipun kalian suka baju lama kalian.. nyaman banget sama bahanya.. tapi baju lama itu bikin tubuh kamu kaya peraturan ujian yang ketat banget.. so kamu harus rela untuk melepas baju lama mu yang ketat itu dan diganti dengan baju baru yang lebih longgar.. meski mungkin baju itu aneh untuk kalian.. sama seperti move on kan.. kalian harus bisa merelakan.. dan melepaskan kondisi yang kalian sudah terbiasa.. dan diganti dengan kondisi lain yang kalian belum terbiasa.. tapi pada dasarnya.. kalau ikhlas pasti nanti ketemu jalanya..

Kos-kosanmu adalah saksi bisu kelelahanmu menimba ilmu di masa kuliahmu, kos-kosanmu adalah saksi bisu tangismu ketika udah ngerjain laporan 90% tiba-tiba mati lampu.. dan kos-kosan adalah tempat dimana kamu bisa mencetak prestasi, bisa meraih IPK 4, bisa merencanakan perubahan bangsa, bisa berlatih menjadi pemimpin masa depan.. dan semua kebisaan itu hanya keniscayaan kalau kalian gagal move on dari kampung halamanmu. move on dari kampung halaman mu bukan berarti kamu melupakan segala sesuatu yang indah dari kampung halaman.. move on berarti kamu menerima apa yang ada didepanmu saat ini dan mencoba untuk bertahan hidup.. itulah ikhlas..

postingan ini pun dibikin di kos-kosan.. bayangkan kalau mamaku gak nyariin aku kos-kosan.. mungkin postingan ini dibikin di emperan kandang mencit.. dan ini semua juga terjadi karena aku berhasil move on untuk berusaha hidup di kos-kosanku

belajarlah move-on ke kos-kosan.. karena Move on adalah mekanisme primitive manusia untuk bertahan hidup.. ketika dulu manusia purba kehabisan makanan di suatu tempat.. maka mereka harus berpindah ke tempat lain untuk bertahan hidup.. begitu juga kamu, aku, dan kita semuanya.. ketika lamaran nikah ditolak oleh satu papa.. berpindahlah ke papa papa lainya.. intinya adalah.. ikhlas..

Moving on doesn’t mean you forget about things. It just means you have to accept what happened and continue living.

-Anonymous-

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s