Resep Biasa

Resep 5 : Sistem Fakultas Kedokteran ( Part 2 )

The Best Way to Learn is to Teach

“The best way to learn is to teach”

-Frank Oppenheimer-

kenapa ? karena ketika kamu mengajar.. maka kamu harus tau dulu apa materi yang akan kamu sampaikan… kamu harus baca dulu.. pahamin dulu.. kalau udah paham.. langsung lamar #ciacia… tidak sampai disitu..setelah paham, kamu pun harus berusaha menyederhanakan materinya biar orang lain bisa paham kalau kamu jelasin.. jadi.. mengajar bikin kamu belajar.. dan itu berarti selama ini kalau kita sekolah.. yang tambah pinter siapa ??.. gurunya !

The Best Way to Learn is to Teach

Ini adalah alasan kenapa hampir di semua FK yang ada di indonesia.. tidak lagi sepenuhnya menggunakan teacher centered learning.. atau pendidikan yang pokoknya dosen ngajar kita dengerin, karena ntar yang pinter justru gurunya… di FK, kita menggunakan student centered learning, dimana kita belajar.. dan si guru atau dosen cuma mengarahkan apa yang harus kita pelajari.. dan di FK bentuk student centered learning yang di gunakan adalah problem based learning.

Belajar dari Masalah

hidup tanpa masalah itu ibarat kamu nonton konser tapi di backstage.. atau ibarat kamu lagi di pengajian tapi dengerin despacito lewat headset… Percuma kan .. maka dari itu di FK kalian akan menerapkan sebuah sistem pembelajaran bernama problem based learning (PBL) dimana nanti kalian akan belajar dari sebuah masalah.

PBL ini pertama kali di terapkan sama temen temen dari universitas McMaster Kanada pada tahun 1963. Dikarenakan Universitas Kanada udah bagus-bagus dan gak punya masalah.. akhirnya mereka iseng bikin masalah.. dan akhirnya muncul tuh sistem PBL #dasarperkututkauMcMaster.

Angry Panda.gif

di FK.. proses PBL ini dikenal dengan nama Tutorial. Didalam sebuah tutorial terdiri dari 1 orang tutor dan 8-10 orang anggota tutorial. Ketika kalian mulai kuliah di FK nanti.. kalian akan dibagi menjadi beberapa kelompok, dan kelompok ini nanti akan menjadi kelompok tutorial kalian. kelompok tutorial ini akan berlangsung selama 1 tahun… Bersama kelompok tutorial inilah kalian akan banyak menghabiskan waktu bersama di FK, menghabiskan waktu dengan kelompok tutorial itu sangat mengasyikan apabila kebetulan kalian berada satu tutorial dengan orang orang yang tes kejiwaanya normal… karena kalian bisa saja berada satu tutorial dengan mahluk 4 dimensi yang sangat psikopat  … seperti yang terjadi pada saya.. itulah mengapa.. tulisancado.wordpress menjadi agak krik krik.. karena saya.. kena penyakit sendi… rian.. #jreng #galucubiarin

Proses Belajar dari Masalah

proses tutorial itu secara singkatnya seperti sebuah diskusi kelompok, namun proses dan tata cara diskusi didalam tutorial itu tidak semudah dan secepat hilangnya aryo wiguna dari TV, tutorial biasa dilakukan 2-3x pertemuan dalam seminggu untuk membahas 1 topik atau 1 skenario. Ada beberapa aturan dan langkah yang harus kalian pelajari untuk melakukan sebuah diskusi didalam tutorial, langkah-langkah itu dinamakan 7 jump. 7 jump disini bukan berarti kalian harus lompat 7x sebelum tutorial.. disini kita belajar jadi dokter.. bukan belajar jadi kanguru.. tapi sebelum kalian tahu tentang 7 jump kalian harus tau dulu apa saja yang ada didalam sebuah tutorial.

di dalam sebuah tutorial terdapat 2 komponen, Tutor dan anggota tutorial. Anggota tutorial adalah kamu dan beserta teman-teman mu, sedangkan tutor adalah dosen/pembimbing yang akan membimbing kamu ke jalan yang lurus. Tutor memiliki peran untuk mengawasi dan memperhatikan diskusi kalian.. maka tak jarang.. karena terlalu perhatian akhirnya sang tutor jatuh cinta #jreng..#neverhappeninreallife. Tujuan tutor memperhatikan diskusi kalian adalah agar kalian tidak membahas terlalu jauh dari topik utama pembahasan, for example ketika kita sedang mendiskusikan kasus sakit kepala.. tiba tiba ada anggota jomblo nyletuk bahas mekanika kuantum. Selain mengawasi, beberapa FK ada yang menerapkan sistem penilaian pada diskusi tutorial, sehingga Tutor juga bisa saja berperan dalam memberi nilai pada diskusi tutorial.

Tutorial

selain tutor dan anggota tutorial. ada 1 komponen penting lainya didalam sebuah tutorial.. yaitu “skenario”. secara sederhana, skenario adalah masalah yang akan kita bahas pada sesi tutorial, jadi ini adalah jantung dari sebuah tutorial. contoh skenario itu kaya ini

Skenario 1

Akibat Mendzholimi Fakir Miskin

Seorang pria bernama Joni datang ke rumah sakit dengan keluhan mual muntah serta sakit pada bagian dada. sakit di dada sering terjadi saat malam hari terutama ketika dia membaca tulisancado.wordpress.com seorang dokter di rumah sakit itu dengan tangkasnya memeriksa joni. berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, Joni di duga mengalami fracture hepatica dan shock karena sering ditanyain kapan skripsinya selesai. berdasarkan hasil anamnesis, dokter menemukan bahwa joni sering makan-makanan berlemak sendirian dan tidak mau berbagi rezeki ketika ada pengemis yang datang, selain itu dia juga bercerita bahwa selama ini dia tidak pernah membayar zakat karena uangnya digunakan untuk beli sticker line. hasil pemeriksaan fisik Joni TD : 140/100, BB : 80, TB : 60, LDL : 220, HDL : 40. kira-kira apakah penyebab kondisi Joni ?

dari contoh skenario tidak beradab itu, nanti kalian akan mengupas.. kira kira apa penyebab joni jatuh sakit.. proses jatuh sakitnya gimana.. dan bagaimana cara mengobatinya.. dan itu semua dilakukan di dalam diskusi tutorial.

Didalam sebuah diskusi kelompok tutorial juga diperlukan sebuah struktur, yaitu ada ketua tutorial yang bertugas mengatur diskusi, dan sekretaris yang bertugas untuk mencatat hasil diskusi.. ketua dan sekre ini biasanya dipilih secara acak atau undian..

kembali lagi ke 7 Jump. 7 jump merupakan 7 langkah yang harus dilakukan untuk membangun sebuah diskusi di dalam tutorial. Setelah masing-masing kelompok tutorial mendapatkan skenario seperti contoh diatas, maka kalian harus menggunakan 7 Jump sebagai dasar dari diskusi kalian. 7 jump itu antara lain :

  1. Clarifying Unfamiliar Terms (CUT)

Setelah ketua tutorial memulai sebuah diskusi, apa yang harus kalian lakukan di awal pertemuan tutorial adalah mengklarifikasi kata-kata sulit atau aneh yang ada pada skenario. sebagai contoh dari skenario 1 diatas.. semisal dari skenario 1 kalian gak tau arti dari singkatan TD, BB, HDL, dan LDL, maka pada tahapan CUT ini kalian boleh menanyakan ke forum “hei teman-teman, apa ya pengertian dari TD, BB, HDL dan LDL.” nanti pertanyaan kalian akan di catat oleh sekretaris, dan selanjutnya anggota lain akan dipersilahkan untuk menjawab apabila ada yang sudah tau artinya.

Simpson Brain.gif

Clarifying Unfamiliar Terms bertujuan agar kalian lebih paham dengan masalah yang dibahas dan setiap anggota tutorial punya pengertian atau pemahaman yang sama terhadap suatu istilah. contohnya aja kamu anggep TD itu artinya tekanan darah sedangkan temenmu anggep TD itu tenaga dalam..atau titisan dugong.. atau terlena dunia.. pasti nantinya diskusi kalian akan jadi rancu dan blukutuk, karena yang satu bahas tekanan darah.. eh yang lainya bahas titisan dugong.

  1. Defining the Problem

apabila tahap 1 sudah dilakukan dan tiap-tiap anggota sudah punya presepsi yang sama mengenai istilah didalam skenario tersebut, tahap selanjutnya adalah menentukan masalah. Tujuan dari tahap Defining the Problem adalah kita bisa menentukan masalah apa saja yang ingin kita bahas dari skenarionya dan masalah mana yang harus kita bahas terlebih dahulu. for example dari skenario 1.. kita tentuin masalahnya dulu :

  1. Joni sering makan sendirian
  2. Joni belum kelar skripsi
  3. Joni jarang beramal

dari masalah yang udah kita tentuin tadi.. kita rangkai ulang jadi sebuah pertanyaan :

  1. apa hubungan antara makan sendirian dengan penyakit joni ?
  2. apa hubungan skripsi dengan sakit hati ?
  3. apa hubungan amal dengan penyakit joni ?

kalau udah kita ubah jadi kalimat tanya kaya gitu.. mulai deh kita prioritaskan mana yang mau dibahas dulu.. misal aja keliatanya yang paling ngefek sama penyakit joni adalah amalnya.. yaudah kita bahas dulu dari hubungan amal dan penyakit joni.. ribet ya ? kaya kabel headset.

  1. Brainstorming, Structuring, and hypothesis (BSH)

tahapan brainstorming bukan berarti kalian nyetrumin otak kalian pake belut listrik atau nempelin kepala kalian pakai batre ABB.. namun pada tahap ini kalian diharuskan membahas dan mendiskusikan masalah yang udah di susun tadi berdasarkan pengetahuan yang sudah kalian miliki. Pada tahapan ini kalian harus membahas masalah tadi murni berdasarkan pengetahuan yang kalian miliki.. jadi kalian g boleh buka buku, internet, catetan apalagi buka warung kopi.. kalian benar-benar bergantung pada pengetahuan yang sudah kalian miliki sebelumnya atau disebut dengan prior knowledge..

Stress.gif

  1. Learning objectives

seperti yang aku jelasin sebelumnya.. tutorial untuk ngebahas satu skenario biasanya bisa berlangsung 2-3x pertemuan, dan pertemuan pertama biasanya berhenti sampai di step ke 4 ini. Learning objectives pada dasarnya adalah menegaskan kembali tujuan belajar dan masalah apa yang harus dibahas dari skenario yang ada.. biasanya masalah-masalah yang tadi didapet dari tahap ke-2 atau defining the problem dan belum kebahas atau kejawab di tahap ke-3 secara otomatis akan jadi learning objectives kalian.. cuma bedanya.. pada tahap ini tutor biasnya juga akan memberikan masukan tentang apa aja yang harus dijadikan learning objectives.

  1. Searching for Information

meski namanya searching for information ini bukan berarti kalian harus melakukan ekspedisi atau melakukan reportase investigasi.. searching for information ini sebenernya adalah bahasa keren nya untuk “belajar di rumah”..  pertemuan pertama sebuah tutorial berhenti di tahap ke 4.. jadi.. tahap ke-5 ini dilakukan di rumah.. rumah duka #jreng. pada tahapan brainstorming kan kita hanya diperbolehkan menggunakan pengetahuan dasar atau prior knowledge.. nah pada tahapan inilah kita di beri kesempatan untuk memperluas wawasan kita dengan belajar mandiri agar kita memiliki referensi-referensi atau bahan diskusi yang banyak untuk digunakan pada pertemuan tutorial yang selanjutnya.

Study

  1. Synthesis

berasal dari bahasa yunani syn : tambah, dan thesis : posisi, kalau digabungin berarti posisi nambah.. ga nyambung ?? biarin.. jadi pada tahap synthesis ini sebenarnya adalah kelanjutan dari tahap ke-5 dan agak mirip sama tahap ke-3.. inti dari tahapan ini adalah kalian memaparkan hasil belajar kalian sebelumnya.. dan di tahap ini kalian diperbolehkan untuk buka buku, internet, catatan tapi tetep ga boleh buka warung #krik.. apalagi buka puasa.. #krikkrik.. apalagi buka pintu hati #cukupsudah

tahapan ini juga bertujuan untuk mengklarifikasi kembali hasil diskusi pada tahapan sebelumnya. Pada tahap sebelumnya, terutama tahap 3 atau brainstorming kita hanya menggunakan prior knowledge dan gak boleh buka buku, catatan dll.. pasti ada beberapa hal yang salah kan.. untuk itulah pada tahap ini dimana kalian sudah belajar, dan sudah boleh buka buku.. kalian diharapkan bisa mengklarifikasi apabila ada informasi salah yang disampaikan kemarin.. semisal aja pada tahap 3 .. temen kalian ngomong kalau yang menyebabkan sakit dada adalah karena si joni makan sendirian eh ternyata setelah kalian belajar.. kalian menemukan fakta bahwa sakit dada ini sebenarnya disebabkan karena serangan titisan dugong..  yaudah deh.. kalian klafirikasikan tentang hal ini ke forum diskusi.

  1. Feed Back

Akhirnya sampai juga di tahap terakhir 7 jump.. feedback.. tahapan ini dilakukan pada tiap akhir sesi tutorial.. dimana sang tutor akan memberikan komentar pada jalanya diskusi yang kalian jalani.. komentarnya pun beragam.. ada yang kadang ngasih komentar positif.. komentar negatif.. bahkan komentar jual peninggi badan.. #jreng.. tujuan dari feedback ini jelas agar kita semakin membaik pada tiap diskusinya… dan disini kalian bisa juga kasih feedback ke tutornya.. ingat.. di FK kita menggunakan student centered learning.. misalnya kalian merasa tutornya terlalu aneh.. karena tiap kita ngomong tutornya selalu nari salsa.. nah itu bisa dilaporin tuh ke kepolisian.. atau sebagai feedback ke tutornya..

So guys

PBL itu intinya mengajarkan kepada kita bahwa untuk menyelesaikan sebuah masalah.. kamu harus paham dulu tentang masalah yang akan kamu hadapi.. dan ini berfungsi banget ketika kalian nanti jadi dokter.. kalau kita ga paham masalah penyakit.. bisa bisa kita salah menangani pasien kan ? misal ada pasien datang dengan keluhan demam.. karena kita gak ngerti masalah demam akhirnya pasienya.. kita operasi sesar.. atau ada pasien datang dengan keluhan batuk pilek.. karena gak tahu.. akhirnya kita transplantasi tempurung lutut.. itulah kenapa memahami masalah itu itu penting.. dan salah satu caranya adalah berlatih dengan PBL

selain PBL.. masih ada banyak hal sih sebenernya yang ada di Fakultas kedokteran yang kalian harus tau.. ada keterampilan medik, ada osce, ada cadaver dan.. wait for the next episode yaa..

there are 3 best ways to face a problem.. to face it, change it,and learn from it and thats what problem based learning is all about.. to learn a problem so we can face it and change it

– Anonymous –

Bismillah

Satu tanggapan untuk “Resep 5 : Sistem Fakultas Kedokteran ( Part 2 )”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s