Resep Biasa

Resep 14 : Ini Bahayanya Kalau Antibiotik Gak Dihabisin !!

Sample Featured Image DesignKalian tau apa itu obat ? obat itu adalah ketika kamu menyesali perbuatanmu dan berjanji tidak akan melakukanya lagi…

itu tobat woy !!

obat itu adalah pesulap yang biasanya dilindes traktor

limbat !! jauh woy jauh..

okey gue rasa udah cukup pemanasanya..

Baiklah.. di artikel dengan judul yang mirip artikel alay clickbait line today ini.. kita bakalan bahas tentang..

Antibiotics - Medical Concept. Composition of Medicamen.

Antibiotik adalah salah satu obat yang sering banget diresepin dokter2 di indonesia.. antibiotik bukan digunakan untuk bumbu penyedap rasa, apalagi buat mempercepat skripsi.. akan tetapi obat ini digunakan buat melawan mikroorganisme seperti bekteri, virus, cacing, protozoa, ibu-ibu dengan motor matic dan jamur yang menginfeksi atau menyerang tubuh kita..

Penyakit infeksi, atau penyakit yang disebabkan oleh serangan mikroorganisme (Bakteri, Virus, Cacing, Protozoa, Jamur).. itu sering banget terjadi di Indonesia. Misalnya aja batuk sama pilek, 2 penyakit ini biasanya terjadi karena infeks, diare juga kebanyakan karena infeksi, bahkan kutil yang imut pun bisa juga terjadi karena infeksi.. apalagi penyakit infeksi adalah penyakit yang mudah menular, misalnya gara-gara makan makanan yang kurang bersih, tertular secara langsung oleh penderita, sering gonta-ganti pasangan.. pasangan sendal.. eaa.. #krik..krik

Karena penyakit infeksi banyak terjadi di Indonesia, maka jumlah obat antibiotik yang diresepin sama dokter juga banyak.. tapi masalahnya, persediaan indomie gue makin sedikit.. (APA HUBUNGANYA !!) .. masalahnya adalah, ternyata antibiotik bisa mengalami resistensi..

jadi apa itu resistensi..

Resistensi Obat adalah sebuah kondisi dimana keefektifan obat menurun dikarenakan obat itu sudah terlalu sering dipakai dan sasaran obat atau dalam hal ini si mikroorganisme mengalami adaptasi terhadap obat itu.. misalnya kalian terinfeksi bakteri A.. terus kalian di kasih Obat B.. awalnya bakteri A ini kalau kena obat B bakalan langsung mati.. tapi ketika dikemudian hari kalian terinfeksi sama bakteri A lagi.. si bakteri A bisa kebal dan ga mempan kalau dikasih obat B, sehingga kalian harus ganti obat atau dosisnya ditingkatkan.

Resistant

jadi resistensi itu intinya adalah ketika si bakteri itu udah mulai terbiasa dengan perlakuan kasar si obat. karena udah biasa, akhirnya si bakteri ini kebal.. begitu juga dengan gue yang udah resisten terhadap efek bego dari micin.. sehingga gue hanya bakal bego kalau dikasih micin impor.. atau sama juga kaya skripsi.. awalnya di revisi 1 bagian aja kita udah capek.. tapi lama-kelamaan setelah mendapatkan revisi, revisi dan revisi.. capeknya bakalan ilang.. karena berubah jadi dendam..

Kebalnya bakteri, bukan disebabkan oleh transfer kekuatan dari setyanovantho, juga bukan karena dia bertapa di gunung selama 3 kali masa skripsi.. Bakteri memperoleh kemampuan kebalnya karena bakteri selalu belajar dari kesalahanya.. jadi gini.. bakteri yang nyerang tubuh kalian itu jumlahnya ada buanyaak banget, bahkan bisa lebih dari milyaran.. ketika kalian terserang bakteri dan kemudian dikasih obat antibiotik.. ga semua bakteri akan mati, jadi masih ada sisa bakteri yang hidup.. dan sisa bakteri yang hidup ini, bakalan beradaptasi, berkembang biak, bikin channel youtube, dan mengajarkan pengalamanya ke generasi2 bakteri selanjutnya.. sehingga bakteri jaman now akan mendapat ilmu dari mantan bakteri terdahulu dan mereka belajar tata cara untuk bisa selamat dari serangan antibiotik.. pada akhirnya.. mereka menjadi kadal kebal

Untungnya adalah, bakteri ga bakalan resisten secepat itu.. untuk menjadi resisten, bakteri butuh kondisi yang sesuai, nutrisi yang mencukupi, 7 bola dragon ball, dan jumlah sisa bakteri hidup yang banyak,  intinya ga mudah.. tetapi, ada beberapa hal yang bisa nyebabin resistensi bakteri terjadi lebih cepat, yaitu adalah..

GA DISIPLIN HABISIN OBAT !!

waktu kecil, gue ga suka minum obat.. alasan gue ga suka minum obat adalah karena obat itu rasanya ga enak.. itulah kenapa gue punya cita-cita bisa membuat obat dengan cita rasa rendang, biar sekalian ada cemilan khas antibiotik rasa rendang. Karena ga suka minum obat, dulu tiap gue batuk dan di suruh orang tua gue minum obat antibiotik, gue suka pura2 ngambil obat terus gue minum, padahal yang gue minum waktu itu bukan obat batuk, tapi kiranti.. dan akhirnya sekarang siklus skripsu gue g teratur.. selain itu obat antibiotik yang udah dikasih sm dokter juga ga gue habisin… padahal itu bahaya banget, dan gue sekarang baru sadar kalau itu cinta salah

Bahaya dari gak habisin obat antibiotik yang di kasih dokter adalah resistensi terhadap obat bakalan lebih cepet terjadi. Ini karena ketika kalian g habisin obatnya, maka obat itu g bisa membunuh bakteri itu secara maksimal.. jadi otomatis akan ada lebih banyak sisa bakteri yang masih hidup/bertahan setelah di beri antibiotik.. dan seperti yang gue bilang sebelumnya, bakteri yang masih bertahan inilah yang bakalan berkembang dan menjadi kebal terhadap obat..

pada akhirnya kalau bakteri udah kebal, Kalian harus ganti obat yang lebih kuat lagi untuk bunuh si bakteri ini.. padahal obat yang kuat bakalan ngasih efek samping yang lebih parah ke tubuh kita.

Tidak sakit bukan berarti sembuh

salah satu alasan kenapa orang-orang gak ngehabisin obat antibiotik yang mereka dapet adalah karena sakitnya udah hilang. Padahal, tidak sakit bukan berarti udah sembuh. banyak orang yang ngerasa dirinya udah sembuh, tapi 2-3 hari kemudian tiba-tiba skripsinya di revisi lagi.. #ups berapa banyak orang yang udah sembuh tapi baru sehari dua hari penyakitnya udah kambuh lagi ? Pada dasarnya sembuh itu adalah ketika penyebab sakit dan sakitnya udah hilang.. jadi bukan cuma sakitnya aja.. contoh aja kasus penurunan kemampuan kognitif anak kos karena hiperkonsumsi micin mie instant.. kalian g bisa menyelesaikan masalah in hanya dengan cara memboikot produksi mie instant secara masal.. para anak kos pasti akan demo ketika harapan hidup mereka diboikot.. akan tetapi kita harus mengatasinya dari dasar, yaitu mengedukasi para anak kos mengenai bahaya konsumsi mie instant.. sendirian..

Ketika kalian sedang sakit dan minum antibiotik.. mungkin baru 2-3x minum obat, kalian udah ngerasain efeknya, yaitu mulai hilang batuknya.. kenapa ? karena mikroorganisme yang menyebabkan kalian sakit udah mulai mati dan berkurang meskipun masih agak banyak.. karena sakit udah mulai hilang, kalian berpikir bahwa kalian udah sembuh dan akhirnya kalian ga melanjutkan obatnya, padahal belum tentu mikroorganisme2 tadi sudah mati.. dan pada saat inilah sisa2 mikroorganisme yang hidup bakalan kembail berkembang biak dan nyebabin kalian sakit.. sedangkan kalau kalian habisin obat antibiotik tadi, mikroorganisme2 tadi bakalan bener-bener ditumpas sampai akarnya dan mereka akan lebih susah untuk kembali berkembang biak dan menyerang kalian.

disinilah pentingnya konsumsi antibiotik sampe habis, yaitu untuk memastikan bahwa bakteri2 tadi udah mati. Kalau bakteri sampai resisten sama antibiotik, infeksi bakalan lebih susah diobatin, bakalan semakin sedikit pilihan obat yang bisa digunakan buat ngobatin infeksi yang nyerang kalian.. dan yang udah resisten bakalan lebih gampang nyebar ke orang-orang.

Bacteria

Selain disiplin buat habisin obat, ada beberapa hal lagi yang bisa kita lakukan buat mengurangi resistensi obat…

Pertama, Jangan beli obatntibiotik tanpa resep dari dokter

Oke meskipun tulisan dokter itu jelek banget kaya dugong albino yang punya rematik di tanganya.. tapi kalian tetep g boleh beli obat antibiotik tanpa resep dokter !!

Sebenernya gamasalah kalau kalian beli obat-obatan yang memang dijual bebas tanpa resep asalkan kalian tau ilmunya.. karena kalau kalian ga tau ilmunya, itu sama aja kaya membeli karung dalam kucing.. bisa sih kalian sedikit cari informasi tentang obatnya.. tapi ada beberapa hal mengenai obat yang g mungkin kalian pahami hanya dengan baca dari internet aja.. misalnya aja cara kerja obat, kontraindikasi obat, waktu pemberian obat, makanan kesukaan farmakodinamik si obat, dan lain-lain. Banyak banget yang harus di perhatikan sebelum kita beli dan konsumsi si obat..

Salah satu hal penting yang harus dipertimbangkan pada pemilihan obat antibiotik adalah, pemilihan kekuatan obat antibiotik. Antibiotik memiliki kekuatan dan efektifitas yang berbeda2 tergantung dengan jenis dan dosisnya.. peresepan antibiotik harus dimulai dari obat yang paling lemah dulu, kenapa ? karena obat yang lemah memiliki efek samping ketubuh lebih sedikit, dan kalau semisal bakteri udah resisten terhadap obat yang lemah, kita bisa ganti pake obat yang lebih kuat.. berbeda kalau sebaliknya.. misalkan kita kasih obat yang paling kuat dulu, terus bakteri itu ternyata jadi resisten.. maka kita ga bisa kasih obat yang lebih lemah.. yang artinya, penyakitnya g bisa diobati.

intinya, pertimbangan dalam menentukan obat yang tepat untuk orang yang tepat dengan cara yang tepat itu membutuhkan ilmu yang tidak bisa dipelajari dengan tempo sesingkat-singkatnya.. untuk itulah ada seorang dokter yang membantu kita untuk memberi opsi-opsi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemauan kita.

Prescription

Kedua, jangan berpikir obat tetangga tampak lebih manjur daripada obat sendiri

ini adalah kelakuan orang paling kurang kerjaan sedunia.. orang yang punya hobi minum obat punya orang lain, mungkin ibu mereka ngidam parasetamol ketika mereka dalam kandungan tapi ternyata gue juga baru tau kalau orang yang suka minum obat orang lain itu ada dan banyak.. karena mereka menganggap bahwa obat punya orang lain itu lebih manjur daripada obat yang mereka miliki.

masing2 orang punya kondisi yang berbeda, ada yang sekali kena revisian langsung herpes, ada pula yang sekali kena revisi dosenya yang kena herpes.. intinya setiap orang punya sifat dan ketahanan yang berbeda-beda.. begitupula masing-masing orang punya kecocokan sendiri dengan obat2an.. jadi sekali lagi.. sebenernya gpp kalau kalian klepto obat-obatan.. asalkan kalian tau ilmunya mengenai obat2an yang kalian renggut dari orang lain tersebut.. kalian harus tau apakah dosisnya sesuai, jenisnya sesuai, apakah kalian alergi atau tidak dll.. yang jelas, jangan minum obat orang lain tanpa kalian tahu ilmunya.. karena tindakan tanpa ilmu adalah suatu bentuk hiperkonsumsi micin..

Bacteria vs Antibiotics.jpgResistensi Obat adalah salah satu fenomena besar yang tidak boleh kita remehkan. penyakit yang awalnya tidak mematikan bisa berubah menjadi petaka karena ketidakdisiplinan dan kesotoyan.. apabila suatu perkara tidak diserahkan pada ahlinya maka tunggulah kehancuranya, seorang dokter mengenyam pendidikan hingga sampai rela memperpanjang masa jomblonya bukan untuk diremehkan, apalagi diabaikan niat baiknya.. resep yang mereka tulis, ditulis melalui sebuah perjalanan panjang yang melelahkan bukan sekedar menggerakan tangan..

Tindakan tanpa ilmu, atau ilmu tanpa tindakan adalah dua hal sama yang dihasilkan karena ketidakbijaksanaan.. be wise dan

yuk, antibiotiknya di habiskan

Bismillah

Kalau kamu bingung sama resep ini, please write your question in the comment section below.. kalau kamu suka resep ini like share yaah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s