Resep Biasa

Resep 15 : Pengen Fokus Akademik Dulu

Sample Featured Image Design 2.jpg

Dulu gue pernah dapet amanah jadi penanggung jawab sebuah acara di FK.. namanya SIP atau Seminar Informasi Pernikahan Pakar.. Waktu itu baru tahun pertama, jadi satu2nya hal yg gue tahu adalah harga pasaran batagor di kampus.. otomatis gue bingung banget tentang apa langkah pertama yang harus dilakukan.. apakah gue harus sengaja pergi agar dicari ? atau apakah gue harus bertanya pada bulan kapan matahari diskon lagi ? sadar bahwa 2 pilihan tadi tidak akan membawa kemaslahatan umat.. gue pun memutuskan untuk bertanya kepada para senior2 gue, dan mendapat jawaban bahwa yang pertama harus gue lakukan adalah mencari anggota dan membentuk sebuah kepanitiaan.

1461110926634.jpg

Salah satu masalah yg gue hadapi dalam membentuk kepanitaan adalah nyari anggota yang ternyata susah banget.. padahal, waktu itu g pake syarat apa2 buat recruitment anggota.. asalkan bisa napas dan lulus perkalian 1 digit aja pasti lolos jadi panitia.. jadi waktu itu nyari anggota ibarat mencari jarum di antara tumpukan jilbab pashmina.. gue yang frustasi akhirnya memilih jalan pintas.. Beli fake anggota..

Anggota Palsu

ternyata uang yang gue miliki saat itu hanya cukup buat ngeprint satu surat keterangan tidak mampu.. akhirnya gue ga jadi beli fake anggota dan memutuskan untuk tetap berusaha keras mencari anggota.. dan akhirnya.. setelah berjuang keras.. tidak tidur selama kuliah.. mengurangi jam belajar.. dan makan indomie 3x sehari.. akhirnya gue bisa mendapatkan kinder joy edisi terbatas.. oke gue juga dapet anggota.. tapi kinder joy lebih penting..

merasakan susahnya mendapat anggota.. gue pun mulai beranggapan bahwa anak FK itu Kandidiasis kudis Apatis.. susah banget ngajakin mereka buat gabung di kepanitiaan, organisasi dan boyband gue..  gue pun bergerak untuk mencari motif mereka melakukan penolakan-penolakan yang menyakitkan ini.. sekian lama mencari.. justru bunga yang gue dapatkan.. ini karena gue cari motif mereka di toko butik.. dapetnya motif bunga.. #apasih.. hasil penelitian gue menunjukan satu alasan utama yang sering mereka pakai.. yaitu..

Aduh.. sorry ya.. mau fokus tingkatin akademik

Study.gif

Mungkin ini adalah alasan yang paling sering di pake.. bahkan lebih sering dipake daripada alasan “kamu terlalu baik buat aku”

Sebagai salah satu aktivis HAM, Hak Asasi Mahasiswa.. keputusan untuk fokus di urusan akademik adalah murni tidak bisa gue intervensi.. gue sadar bahwa tiap orang punya kapasitas berbeda2 dalam urusan akademik.. ada yang sekali belajar langsung paham, ada yang baru paham setelah berkali2 waham belajar.. dan gue juga sadar bahwa kepanitiaan ini sedikit banyak pasti bisa mempengaruhi masa lajang waktu mereka.. tapi gue bener-bener g bisa nerima ketika ada orang yang pake alasan ini.. padahal IPK dia tinggi banget kaya kerekan bendera.. bahkan IPK dia bisa digunakan untuk mengentaskan satu kelas kami dari fakir IPK..  didalam hati gue ingin memandikan orang2 seperti ini dengan bunga pinjaman bank.. tapi gue sadar itu riba #eaapasih.. sehingga gue berpikir bahwa beberapa orang terlalu overlebay terkait urusan akademik mereka..

Padahal, bergabung dalam sebuah organisasi/kepanitiaan gak akan semerta-merta menghancurkan nilai kalian.. contohnya kaya temen gue, yang sebut saja namanya John Jode (Nama Samaran).. di tahun pertama.. John Jode sama sekali ga ikut organisasi/kepanitiaan.. dia cuma ikut club JKT48.. alhasil IPK dia tinggi banget sampe ngalahin laju inflasi zimbabwe.. tapi tiba2 di tahun ke-2.. John Jode membuat heboh seluruh civitas akademika dengan keputusanya keluar dari fans club JKT 48 dan tergabung dengan organisasi BEM/LEM Fakultas.. dan apakah nilai Jode hancur ? TIDAK !!  apakah muka Jode hancur ? IYA !! bahkan selama berorganisasi dia bisa berprestasi di sebuah perlombaan Nasional dan sempat jadi ketua di sebuah kepanitiaan.. dan apakah Jode satu-satunya ? TIDAK !

Gue pribadi ga setuju banget dengan konsep organisasi bakal bikin nilai kalian jelek.. karena gue sendiri udah nyoba dan nilai gue ga jelek.. krn emang udah jelek maksimal dari awal.. beberapa alasan gue adalah..

1. Banyak waktu bukan berarti banyak belajar

Orang-orang sering berpikiran bahwa organisasi akan merenggut waktu belajar mereka.. padahal organisasi justru memperpanjang masa skripsi mereka.. oke ga gitu.. tapi here’s the thing.. kalian mau punya waktu se-gunung, se-danau atau se-tia nofanto.. juga percuma kalau ga dimanfaatin.. gue kasih contoh super simpel.. LIBURAN..

Holiday.jpg

Liburan adalah salah satu kemubadziran dunia yang diakui oleh UNESCO.. dimana saat liburan kita punya banyak waktu, tapi justru melakukan hal yang ga penting, kaya ngerjain skripsi punya temen, bikin penelitian tentang pengaruh tiang listrik terhadap kasus korupsi di indonesia, atau melakukan pengamatan terhadap etos kerja hamster yang di beri brokoli impor.. yang sebenarnya waktu2 itu bisa kita manfaatin ke hal yang lebih penting seperti, belajar buat perbaikin nilai smester, buka usaha, atau ngerancang proposal pernikahan.. tapi enggak kan ? padahal ada banyak waktu..

Disisi lain, ketika sosok yang bernama deadline melanda.. dengan segala kesempitan waktu yang bikin bab tidak lancar.. kita justru bakalan memanfaatkan bab tdak lancar kesempatan waktu itu dengan sebaik2nya.. tiap detik terasa berharga dan justru waktu yang kalian miliki lebih bermanfaat dibandingkan sebelumnya..

Itulah kenapa waktu itu kaya bakar rokok.. kalian isep atau engga.. rokoknya bakalan tetep habis.. tapi mendingan habis gara-gara kalian isep daripada gara-gara kalian tiup..  waktu itu benar-benar tergantung dari bagaimana kalian memanfaatkanya.. bukan cuma dari jumlah banyak atau sedikitnya.. justru terkadang, waktu yang tidak banyak memaksa kita untuk memanfaatkanya lebih bijak.

2. Interaksi Sosial itu Mencerdaskan

Penelitian yang dipublish di Royal Journal membuktikan bahwa  interaksi sosial, diskusi dan kerjasama tim bisa meningkatkan kecerdasan.. sedangkan penelitian yang gue lakukan dengan 2 responden melalui interview terbuka.. tidak membuktikan apa2.. oke abaikan.. dari sini gue percaya bahwa diskusi bisa bikin kalian lebih cerdas, dan dengan ikut kepanitiaan/organisasi kalian akan menemukan sebuah ruang dan teman untuk berdiskusi.. selama kepanitaan memang kalian bakal diskusiin seputar acara/kepanitaan itu sendiri.. tapi inget.. dengan bergabung kepanitiaan, kalian bakal nambah lingkaran setan pertemanan.. dan g sedikit temen-temen gue yang awalnya cuma temen kepanitiaan/organisasi akhirnya jadi temen belajar.. terus jadi temen tapi mesra.. terus jadi teman tapi utang.. dan akhirnya jadi temen hidup.. padahal 2-2 nya cowo..

Discussion

3. Tidak semua organisasi/kepanitiaan bertentangan dengan nilai akademik

Seperti yang gue ceritakan di awal.. gue dapet amanah di sebuah kepanitiaan Seminar Informasi Pakar dan bentuk acara ini pada dasarnya seminar mirip kuliah, kita mengundang paranormal pemateri untuk mendiskusikan sebuah tema dan tema itu kita pilih yang berhubungan dengan dunia kedokteran.. otomatis.. berhubung gue panitia.. gue terpaksa duduk manis di seminar informasi pakar ini dan terpaksa untuk mendengarkan seminar itu dari awal sampai akhir. Bahkan karena gue dapet amanah buat bikin 3 acara SIP.. otomatis memaksa gue untuk ikut serta dalam 3 seminar.. memaksa gue untuk mendapat ilmu lebih banyak dibandingkan temen2 yang g ikut seminar atau ga ikut kepanitiaanya.. dan bahkan kemarin selesai acara SIP tiba-tiba gue cumlaude  #kebohonganterbesar .. ini nunjukin banget kalau ga semua kepanitiaan/organisasi itu bertentangan dengan nilai-nilai akademik..

Bukan cuma itu, contoh lain, di FK biasanya juga ada organisasi bantuan medis mahasiswa (BMM) yang intinya kaya PMR (Para Mahasiswa Rapuh Palang Merah Remaja). rata2 temen gue yang ikut BMM lebih jago ngelakuin tindakan medis daripada yang g ikut.. simply krn didalam organisasi itu mereka selalu mendapatkan pelatihan mengenai keterampilan medis.. bahkan mereka udah tahu nama obat-obatan disaat obat yang gue tau cuma cerebropit excel yang rutin gue konsumsi biar pinter.. otomatis di saat ujian praktik.. rata2 nilai anak yg ikut BMM lebih tinggi daripada yang enggak..

TBMMKI.jpg

 

terakhir.. suatu hari dosen gue pernah cerita..

“tidak ada obat yang tidak memiliki efek samping..”

“Obat yang memiliki efek menyembuhkan yang baik, pasti memiliki efek samping yang sama besarnya”

“Satu-satunya obat yang tidak memiliki efek samping adalah obat yang tidak akan menyembuhkan kamu..”

begitupula dengan berorganisasi/kepanitiaan.. banyak manfaat yang bisa kita dapat dari berorganisasi/kepanitiaan.. semakin banyak kamu ikuti akan semakin banyak manfaatnya.. tapi memang tidak bisa kita pungkiri bahwa berorganisasi sedikit banyak akan memberi efek samping, lelah, waktu berkurang, dan mungkin bisa saja menghadapi sebuah konflik tak berujung..

Tidak bijak apabila kita menolak sebuah manfaat karena efek samping yang ditimbulkan.. dan cara paling baik adalah dengan menyeimbangkan antara manfaat dan efek samping yang mungkin kita dapat.. obat memang menyembuhkan.. tapi terlalu banyak obat bisa mematikan.. dan terlalu sedikit tidak akan menyembuhkan..seperti yin dan yang.. ini semua sebenarnya hanya tentang keseimbangan.. selayaknya obat.. berorganisasi yang sehat.. terjadi ketika kita menggunakan dosis yang tepat..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s