Resep Biasa

Resep 19 : Jual Mahal

Ada 2 tipe anak FK, mereka yang pinter banget atau mereka yang kaya banget, gue sendiri bukan orang kaya.. tapi juga bukan orang pinter, gue lebih ke arah tukang printer dripada orang pinter..

Pandangan masyarakat terhadap munculnya 2 tipe ini bukanlah tanpa sebab.. biaya masuk FK emang mahal dan juga soal ujian masuknya emang cuma bisa dikerjakan oleh mereka yang belum terkontaminasi tik tok sama bigo sebelumnya.. tapi menurut gue, wajar kalau ujian masuk di FK sulit, karena memang sebagai profesi yang nantinya berhubungan langsung dengan kondisi kesehatan manusia.. dokter adalah profesi yang beresiko dan butuh kemampuan lebih.. tapi pertanyaanya adalah.. kenapa harus mahal ?

Bismillah.jpg

Biaya masuk di FK itu mahal banget.. uang biaya masuk FK bisa menyamai 57x kotak infaq jumatan di masjid kelas menengah, 570 tiket meet and greet dengan bowo alpenlibel, dan beli 1 juta follower pasif.. ini pun kalo kita ambil biaya FK yang standar kampus negeri.. kalau kalian ambil biaya FK yang swasta.. biaya masuknya bisa kalian pake buat batalin meet and greetnya bowo alpenlibel dan ngebeli semua follower pasifnya bowo di IG..

Jadi kenapa harus mahal ? kenapa sebuah pendidikan untuk menyehatkan indonesia sangat mahal ? kenapa keinginan menyembuhkan orang harus berbiaya mahal ? dan terakhir.. kenapa.. KENAPA tiktok diblokir ya Tuhan, KENAPA !!!

untuk mencari tahu jawabanya, gue pun melakukan research di beberapa sumber.. setelah gue cari – cari, ga ketemu !! eh ternyata sumber mata air.. dengan segenap tenaga gue tinggalkan sumber mata air dan beralih ke sumber lain yang lebih valid, dan ini adalah 3 hal yang gue temukan, yang nomor 3 akan membuatmu kehabisan kata yang tak terucap oleh kayu kepada api yang menjadikanya abu #ea #sambilnangis :’)..

  1. Kuliah yang teramat sangat amat banget sekali lama

02.jpg

Ga bisa dipungkiri, kuliah di FK itu lama.. kurang lebih 7 tahun baru bener bener selesai dan bisa dapet ijin praktik jadi dokter.. bayangin, 7 TAHUN.. itu kalau misal kalian punya adek yang baru lahir waktu masuk FK, pas kalian jadi dokter adek kalian udah bisa jadi artis tik tok, atau kalau kalian misal kalian nanem Kurma pas masuk FK, pas kalian lulus.. kalian bisa panen 15 kali terus ekspor kurma ke arab, bayangin !.. dan kuliah yang lama ini tentu saja berbanding lurus dengan biaya operasional yang mahal.. semakin lama kuliahnya, makin mahal juga biayanya.. makin mahal biayanya, makin lama nabung nikahnya, makin lama nabung nikahnya, makin lama punya anak.. kesimpulanya.. lama kuliah bikin mandul.

  1. Aturan pemerintah

03.jpg

Pemerintah memang selalu berperan jadi orang ketiga didalam setiap hal, ibaratnya kalau di sinetron Indoziar, pemerintah berperan sebagi “ibu” dari sinteron yang berjudul “ternyata anaku bukan bapaku yang ternyata adalah paman dari neneku” ibunya dimana WOY :”)).. lalu gimana peran pemerintah dalam urusan biaya kedokteran ini ? jadi.. peraturan pemerintah mengenai biaya pendidikan dokter diatur di UU no 20 tahun 2013.. di peraturan yang berisi 50an halaman ini dibahas mengenai semua hal tentang pendidikan kedokteran mulai dari penyelenggaraanya sampe ujian kompetensi, namun masalahnya, di UU ini enggak dibahas mengenai batas biaya pendidikan dokter, otomatis pihak dari kampus bisa menentukan sendiri biaya pendidikan dokter yang diinginkan.. sesuai dengan hukum ekonomi.. dimana semakin tinggi permintaan maka akan semakin tinggi juga harga barang.. Maka pendidikan dokter yang selalu menjadi jurusan favorit jelas aja jual mahal.. dan udah jual mahalpun masih tetep banyak orang yang daftar.

  1. Mahalnya Alat – alat kedokteran kita

01.jpg

Gue bukan ngomongin tentang alat CT scan, MRI atau X-Ray karena kalian ga bakal pake alat itu selama kuliah.. yg gue maksud adalah alat2 yang bakalan kalian pake untuk belajar teori kedokteran.. contohnya adalah manekin sunat atau alat peraga buat sunat. Bayangin, alat peraga buat sunat aja bisa seharga 180 – 230 USD atau sekitar 2 – 3 Juta rupiah.. padahal kalau mau belajar nyunat kan tinggal cari anak kecil.. disunat.. kalau hasilnya bagus Alhamdulilah.. kalau jelek tinggal bilang “INI DISUNAT JIN !!”. Ada juga manekin – manekin lainya kaya manekin jahit, manekin persalinan yang harganya bisa berkisar mulai dari 3 juta sampai 50 juta rupiah.

Bukan cuma manekin, selama proses studi di FK juga diperlukan alat2 lain kaya perlengkapan alat bedah, alat terapi dan juga alat2 habis pakai kaya antiseptic handwash, yang kadang anak FK makenya ga cuma buat cuci tangan doang tapi juga buat wudhu sama menyirami tanaman.. selain itu di FK juga akan memerlukan bantuan dari seorang Cadaver atau jenazah yang udah diawetkan dalam rangka pendidikan.. nah cadaver ini harganya bisa puluhan juta.. belum lagi dengan segala macam perlengkapan Lab kaya mikroskop, reagen kimia, atau media kultur yang harganya ga murah.

Faktor utama yang bikin alat2 kedokteran itu mahal adalah karena kurang lebih 90% dari alat kedokteran kita itu masih impor dan 10% sisanya adalah produksi batu ponari.. secara umum, kemampuan kita untuk produksi alat kesehatan masih lemah banget. Lemah bukan karena ga ada ide atau ga ada inovasi, tapi karena ga ada keberlanjutan.. gue sering banget nemu di berita berita.. mahasiswa x menemukan alat untuk menumbuhkan bulu rambut di sela – sela jari, atau mahasiswa c menemukan solusi untuk mengatasi keram pada daun telinga dan masih banyak lagi yang gue temukan dan mungkin kalian juga banyak lihat.. tapi masalahnya penemuan mereka sebatas pada Ide yang viral di line Today, banyak inovasi yang terjadi tapi entah kenapa Inovasi yang ada sering berhenti cukup sampai dapat medali, atau yang penting ada prestasi untuk isi biodata diri. sehingga akhirnya, dari 12 Ribu alat kesehatan yang beredar di Indonesia, cuma sekitar 900 an yang produksi asli dalam negeri.

ketiga faktor ini telah membentuk Fakultas Kedokteran menjadi sebuah progam pendidikan yang berharga tinggi. Dengan tahu alasan kenapa hal ini terjadi, kita bisa mulai melangkah kedepan dan memikirkan solusi. Harga yang tinggi hanyalah sebuah masalah, yang bersamaan dengan masalah, munculah amanah.. Amanah bagi kamu para aktivis fakultas untuk bersuara kepada pimpinan diatas agar janganlah sehat di negeri ini terbatas karena harga pendidikan dokter melampaui batas.. Amanah bagi kamu sang inovator untuk menjadi kreator agar negara ini gak hobi impor .. dan yang terakhir adalah, Amanah bagi siapapun kamu yang saat ini sedang dalam masa kuliah agar jangan pernah menyerah untuk mengerjakan skripsi meskipun susah 😀

Semangat !

Bismillah

 

Satu tanggapan untuk “Resep 19 : Jual Mahal”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s