Tak Berkategori

Masa Koas 04 : Cara Baca Foto Rontgen Tanpa Kejang

Setelah 5 minggu berperang dengan panu, kadas, kurap dan krim pemutih.. akhirnya gue lulus dari stase kulit tanpa tertular panu sedikitpun

dan selanjutnya adalah.. STASE RADIOLOGI

Stase Radiologi merupakan salah satu stase kecil di dunia perkoasan, di stase ini kita bukan mempelajari seluk beluk dunia broadcasting dan benerin antena radio rusak.. tapi lebih ke arah penggunaan radiologi dalam kesehatan.

di Film – Film, banyak hal keren yang terjadi karena radiasi…

contohnya

Hulk, punya kekuatan gara gara kena sinar Radiasi Gamma

dr Manhattan, punya kekuatan gara2 Radiasi

Hutan gundul kembali hijau karena Radiasi… *REBOISASI WOY !!

jadi di awal – awal masuk stase Radiologi.. gue berharap bakal ada hal keren juga yang terjadi sama gue.. misalnya aja ntar bakal ada Batere remot CT Scan meledak, memancarkan radiasi yang kemudian memberikan gue kekuatan untuk memisahkan micin dari makanan serta mengubahnya menjadi energi listrik sehingga mengurangi pemanasan global dan akhirnya menyelamatkan beruang laut dari kepunahan..

Tapi bayangan gue salah..

Di Stase ini gue justru di tuntut untuk mengaktifkan indra bekti eh indra ke – 6

Hari pertama gw di Radiologi dimulai dengan berkenalan berkeliling sambil mencari alat apa yang kira – kira bisa gue gunakan untuk memisahkan micin, tapi belum selesai pencarian gue terhadap alat legendaris ini.. langkah gue terhenti oleh 2 sosok dokter yang ternyata adalah konsulen gue..

jadi gue pun berkenalan sama dokternya.. dengan harapan mereka akan segera menunjukan alat pemisah micin yang mereka sembunyikan..

jadi di Stase ini ada 2 dokter..

  1. Dokter Briyani

Dokter ini adalah ibu pejabat di RS tempat gue.. beliau istri dari Wakil direktur rumah sakit, beliau berusia sekitar 55 tahunan, udah cukup tua tapi masih terpancar kecantikanya.. sedangkan gue masih muda tapi sudah terpancar pencemaranya..

Beliau ini baik banget dan tipikal dosen yang sangat – sangat membimbing.. jadi dia adalah dosen utama yang ngasih kita ilmu per ghoiban dalam melihat foto rontgen

2. Dokter Canai

Dokter ini adalah bidadari di unit radiologi.. cantiknya bagaikan embun menyinari bunga tanaman padi (PADI G PUNYA BUNGA WOY !!) pokoknya cantik banget.. Tapi sayangnya beliau cewek cuek, jadi kita ga terlalu banyak dapet bimbingan sama beliau.. padahal kalau misal kita dibimbing pasti gue akan memperhatikan dengan sangat seksama..

Gw berada di stase radiologi ini cuma selama 3 minggu.. dan kegiatan sehari2 gue distase ini adalah bantuin dr Briyani baca foto rontgen.. sambil kadang2 beliau nebak nebakin kita

dr Briyan : Ini apa dek ?

Fel : hmm, kalau dari strukturnya.. saya rasa ginjal dok..

dr Briyan : (sambil tersenyum) dek..

Fel : Iya dok ?

dr Briyan : INI KAN RONTGEN KAKI !! (Sambil menjejalkan radiasi ke bulu hidung gue)

Berhubung gw cuma 3 minggu di stase ini, dan gue juga ga menemukan alat pemisah micin.. jadi gw bakal share aja tata cara baca foto rontgen thorax atau foto dada

Cara baca rontgen thorax

Prinsipnya, sebelum kita baca foto rontgen, baik rontgen thorax, perut, ekstremitas atau bahkan rontgen jakun.. foto rontgen tersebut harus layak baca dulu.. Fotonya harus memenuhi syarat – syarat ini

1. Identitas harus komplit

Dalam sebuah foto rontgen itu pasti ada identitasnya.. dan identitas itu harus komplit biar ga ketuker2 satu sama lain..

jadi identitas nya harus dilengkapi kaya..

  1. Nama lengkap
  2. alamat
  3. nomor rekam medis
  4. fotokopi KTP, KK, Foto 3×4, buku nikah

eh eh ini mau daftar indonesia mencari bakat apa gimana..

Hal ini penting, kenapa ?

karena Pernah dalam satu hari, gue menemukan ada 3 foto rontgen patah tulang yang semuanya bernama udin.. mungkin ini adalah grup PUDING (Persatuan Udin Keliling)

nah bayangin.. kalau misal kita ga nyantumin nama lengkap atau alamat yang bisa membedakan Udin satu dengan Udin lainya, bisa aja terjadi kasus dimana udin yang patah tulang kaki, justru kita operasi jakunya karena salah foto..

Jadi sebuah tips buat kalian yang mau jadi orang tua.. kasih anak kalian nama yang unik biar ga ketuker.. misalnya aja.. Santi Utomo (Sampai Nanti See You Tomorrow)

2. Posisi Foto

Foto rontgen dianggap layak kalau fotonya diambil dengan posisi yang tepat serta ada keterangan posisinya apa

Posisi foto harus bener bener tepat, kita harus tau kapan pasien harus foto berbaring, duduk, berdiri, kayang,  melayang, atau ngeplank..

karena setiap posisi akan memberikan sudut pandang yang berbeda..

misalnya aja ada kanker di paru terus kita foto rontgen posisi AP.. kadang di posisi ini, kankernya bisa ga kelihatan karena sembunyi di belakang jantung, jadi kita harus foto dari posisi lain biar kita bisa dapet gambaran yang tepat, yaitu dengan posisi lilin, eh bukan.. posisi lateral, contohnya kaya gini

foto tumor paru yang baru kelihatan setelah di foto dari posisi lateral

dan tidak lupa, harus ada identitas posisinya apa

3. Kecukupan foto

Artinya kekuatan dan jumlah foto harus cukup..

Foto rontgen harus difoto dengan kekuatan yang pas.. ga usah terlalu kuat sampe roh nya bisa kelihatan.. dan jangan juga terlalu lemah nanti putih semua kaya kertas HVS.. kekuatan sinarnya harus pas

Dan juga.. jumlah yang difoto harus cukup.. misal foto rontgen thorax harus minimal sampai keliatan 2 tulang selangkanya, tulang rusuknya ada semua.. jangan sampe gara gara ada promo cashback 50% fotonya Cuma setengah aja biar hemat

4. Waktu pengambilan foto

Penjelasan Waktu Kapan sebuah foto diambil harus jelas.. karena terkadang, satu pasien bisa punya banyak foto rontgen.. misalnya aja lucinta luna mungkin punya 2 foto rontgen sebelum dan sesudah jakun nya dicangkok dan dipindah ke pohon jambu.

dan juga kadang Foto rontgen bisa digunakan untuk melihat perbaikan dari kondisi. Misal 1 bulan setelah kecelakaan, 6 bulan berikutnya 12 bulan berikutnya dan seterusnya,

kalau semisal kita ga punya keterangan waktu yang jelas nanti bisa rancu bagaimana perkembangan kondisi pasien.

Kalau semisal foto rontgen sudah layak buat dibaca.. baru nih kita lanjut dengan bagaimana cara membaca yang baik dan benar..

Untuk cara membaca foto rontgen dada.. ada banyak style yang boleh kalian ikutin.. misalnya

Dibaca dari struktur terluar ke dalam, Dalam ke luar, atas ke bawah atau juga dari yang keras (tulang) ke lunak (soft tissue), yang penting jangan.. pokoknya jangan.. baca dari subuh ke dzuhur.. kelamaan

Gue sendiri memakai cara dari Luar ke Dalam.. bukan berarti gue baca dari lapangan sampe ke ruangan.. tapi gue baca dari Soft Tissuenya yang paling luar sampe ke dalem yaitu parenkim paru dan cor.

Terus apa aja yang kita nilai dari Foto rontgen thorax ? ada ABCDEFG

Yang pertama adalah

A. Assesment of Quality and Airway

buat yang penilaian kualitas udah kita pelajari tadi.. yang sekarang adalah mengenai Airway atau jalan napasnya..

disini yang kita nilai adalah jalan nafasnya.. jadi mulai dari trachea sampai ke paru nya.. dan intinya adalah.. cari ada yang aneh gak. Misalnya wih ternyata ada pergeseran dari tracheanya gara gara pneumothorax atau wih ternyata ada benda asing menyerupai mantan di tracheanya yang ternyata menyumbat saluran nafas nya dan sebagainya..

B. Bone and Soft Tissue

Setelah “A” Sudah aman kita lanjut ke Tulang dan Jaringan lunak..

Tulang adalah bagian yang paling kelihatan di foto rontgen, jadi kalian ga boleh alasan ga bisa nilai tulang karena tertutup oleh bayang bayang masa lalu..

Terus apa aja yang kita nilai dari x Ray Dada ?

1. Tulangnya ada yang patah enggak

Ketika terjadi kecelakaan.. misalnya aja ga sengaja jatuh cinta #ea, misalnya aja kecelakaan motor vs mobil dan ada benturan ke dada, dalam kasus ini kita harus curiga bisa aja ada tulang di Dada yang patah..

Patah tulang di dada, misalnya patah tulang rusuk, itu bisa sakit banget. Bahkan, beberapa pasien patah tulang rusuk yang gue temui mereka bahkan sampe males napas gara – gara sakit, dan ini bisa bikin meninggal

di Akhirat

A : lu mati kenapa bro ?

B : oh waktu itu gue perang, gue bertarung ama musuh gue terus gue kena tusukan.. kehabisan darah dan akhirnya gue mati menyelamatkan negara.. kalau lu gimana ?

A : Waktu itu gue males napas..

Kan ga keren banget yak..

a chest x-ray of a blunt chest wall injuried patient showing fractured ribs 5, 6, 7, 8 on the left side(red cycle) with some pulmonary contusion

Jadi gimana cara kita menilai ada tulang yang patah di rongga dada ?

Prinsipnya, cara untuk melihat suatu patah tulang adalah melalui garis periosteumnya..

Tulang yang normal, harusnya punya garis periosteum yang enggak terputus.. jadi.. ketika ada suatu diskontinuitas pada garis periosteum, kemungkinan besar tulang itu patah.

dan yang ga kalah pentingnya..

Rongga dada ga cuma berisi tulang rusuk (costae), ada juga tulang belikat, tulang selangka yang semuanya bisa patah juga.. jadi kita tetep harus periksa secara keseluruhan

Fun Fact !

Sebagian besar tulang rusuk yang kelihatan di x Ray adalah bagian posterior.. karena bagian anterior tulang rusuk terbuat dari kartilago hyalin yang kurang menyerap sinar x Ray

2. Soft Tissue

Bukan !! bukan yang itu

“loh emangnya jaringan lunak bisa kelihatan di foto rontgen ?”

bisa.. bisa banget.. yang ga bisa kelihatan di foto rontgen cuma jaringan internet sama jaringan tahu SARINGAN TAHU ITU WOY

meskipun di foto x Ray kita jarang lihat masalah jaringan lunak, tapi tetep bisa bermasalah, selalu ingat buat memastikan jaringan lunak aman

C. Cardiac

Sebagai salah satu organ terpenting di dada, penilaian jantung ga boleh kita lewatkan.. yang harus kita nilai dari jantung adalah

  1. Ukuran dan Bentuk jantung

Ada seorang bapak datang dengan membawa foto x Ray.. terus dari gambarnya.. ternyata kita lihat jantungnya guede banget.. ukuran 30cm.. apakah dia perbesaran jantung ?

belum tentu, karena..

Usut punya usut.. ternyata bapak ini ngeprint foto rontgen seukuran spanduk pilkada.. jelas aja jantungnya segede gaban..

Ada seorang ibu bawa foto rontgen.. terus dari gambarnya ternyata jantungnya terlihat kecil.. kali ini foto rontgenya di print ukuran normal.. apakah jantung ibu ini tidak mengalami perbesaran ?

Belum tentu, karena

Usut punya usut.. ternyata ibu ini badanya juga kecil.. jadi meskipun jantung itu terlihat kecil.. tapi bagi ibu ini.. jantungnya termasuk perbesaran karena rongga dada ibu ini juga kecil..

maka itu dalam menilai ukuran jantung kita menggunakan Cardiothoracic ratio.. yaitu perbandingan rasio antar besar jantung dengan besar rongga dada pasien..

Yang garis oren dibagi garis biru Oren/Biru = CTR Ratio misal 4/10 –> 0.4 itu < 0.5 jadi ga besar

Kalau rasionya >0.5 itu berarti jantungnya membesar

Selain itu, ketika jantung membesar.. jelas aja bentuknya bakal berubah.. nah ini sesuatu yang kita nilai juga, apakah ada kelainan bentuk atau enggak.. tapi ingat, bentuk jantung manusia juga bervariasi, jadi tidak semua perubahan bentuk itu adalah kelainan.. pokoknya, selama jantungnya ga berbentuk pentagonal, kalian ga usah panik

2. Lokasinya

Normalnya.. jantung terletak di bagian tengah dan apexnya terletak di bagian dada sebelah kiri.. tapi dalam kondisi tertentu.. misal mantan yang ga punya hati, atau pada pasien trauma dengan pneumothorax.. posisi jantung bisa bergeser.. dan ini bahaya banget karena bisa bikin pompa jantung ga lancar

Atau ada juga kondisi2 kongenital yang membuat jantung yang normalnya apexnya di sisi kiri, berubah di sisi kanan atau biasa disebut dextrocardia..nah semua semua ini harus kita nilai karena signifikansinya dalam manifestasi klinis..

D. Diaphragm

Hal ke – 4 yang kita nilai adalah diafragma dari pasien.

Dengan melihat diadenganyanglain.. eaa..

dengan melihat diaternyatalakilaki eaa.. apasih..

dengan melihat diafragma, kita bisa tahu berbagai jenis kelainan di paru.

Caranya, adalah dengan melihati sudut costophrenicus atau sudut yang dibentuk oleh costa dan diafragma.

Normalnya, sudut ini lancip, jadi semisal ada sesuatu yang mendesak diafragma sehingga membuat sudut ini tumpul

contoh, biasanya pada pasien asma kronik atau emfisema, bakal kita dapetin gambaran kedua sisi sudut ini jadi tumpul

disisi lain, pada pasien pneumothorax satu sisi, atau pasien aspirasi benda asing (Semisal ga sengaja menghirup botol pepsi) bisa terjadi penumpulan sudut pada salah satu sisi paru yang terdampak

E. Efusi

Efusi adalah.. ketika kalian marah marah.. “aduh aku efusi”…

ITU EMOSI WOY !!

Efusi adalah penumpukan cairan yang berlebihan/ tidak normal di sekitar paru..

dan yang paling sering terkena adalah di rongga pleura

Karena disini kita lihat cairan, maka kita harus memahami betul prinsip kerja dari cairan.. yaitu mengalir dari tempat yang jauh tinggi ke tempat kau berada (INI LAGU BINTANG KECIL WOY)

jadi cairan itu akan selalu menempati daerah yang lebih rendah, sehingga kalau kita lakukan foto rontgen.. kita bakalan dapet sebuah gambaran Air Fluid Level yang kaya gini,,

tapi foto ini cuma bisa kita dapet kalau pasien tersebut kita posisikan berdiri atau posisi Erect, karena kalau pasien posisi berbaring, cairan bakal menyebar ke seluruh lapang paru dan gambaran AFL ini g akan muncul

F. Field (Lapang Paru)

Nah disinilah mata najwa batin, dan Indra ke 6 kita akan dilatih..

melihat kelainan di lapang paru itu ibarat kaya ngelihat 11 bayi kembar identik pake baju batik PNS dan bikin boyband korea.. intinya.. susah bedainnya

jadi kunci kesuksesan berhasil menilai lapang paru adalah di pengalaman, kelengkapan anamnesis dan tentu saja, bantuan Jin. #astagfirullah

semakin banyak kita tahu gambaran normal dari lapang paru.. semakin kita bisa bedain mana yang normal dan mana yang sakit, oleh karena itu selalu minta pendapat dari guru2 kita yang lebih berpengalaman..

karena bagi kita mungkin normal, ternyata bagi konsulen kita ada gambaran jenglot nya.. atau bagi kita mungkin ada sesuatu, ternyata bagi konsulen kita pikiran kita yang sedang halu..

dan yang paling penting adalah, perhatikan keluhan klinisnya..

keluhan klinis yang berbeda akan membuat Intrepertasi sebuah gambar rontgen bisa berbeda meskipun gambarnya sama..

Jadi itu yang bisa gue bagikan mengenai tips baca foto x Ray dada, kalau kalian merasa ada yg salah dari tulisan gue.. please kindly inform me jadi gue bisa edit dan benerin konten tulisan ini

Semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s